Turis Vietnam Kunjungi Pulau Kuku

Turis Vietnam Kunjungi Pulau Kuku

16 April 2018

ANAMBAS (HK) - Sebanyak 12 orang turis asal Australia eks pengungsi  Vietnam mengunjungi Pulau Kuku Kecamatan Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA).
Kunjungan wisatawan tersebut untuk melakukan wisata relegi (ziarah makam-red) orang tua maupun keluarga yang meninggal  serta  mengenang pelarian mereka dari negara asal menuju Australia untuk mendapatkan suaka.   

Seperti diketahui Pulau Kuku merupakan pulau yang memilki nilai historis bagi  masyarakat Vietnam yang mengungsi akibat pertikaian di negaranya kala itu. Mengingat pulau tersebut menjadi daerah transit seperti Pulau Galang di Batam  untuk menuju Australia.

Dari belasan pengungsi tersebut bahkan terdapat beberapa orang yang menjadi pelaku sejarah yang saat itu berada di kapal pelarian meninggalkan negara asalnya.

Carina Hoang salah satu wisatawan yang datang mengatakan dirinya  terdampar  di Pulau Kuku saat berusia 16 tahun kala itu, saat melarikan diri Carina bersama 3 orang saudaranya ikut dalam kapal PT075 yang bermuatan penumpang 379 orang,"ini benar-benar mengenang kisah lama karena banyak sejarah  dari perjuangan hidup  yang membekas di pulau Kuku,"ungkap Carina Sabtu (7/4)

Didampingi H. Nur Adnan Nala Anggota DPRD KKA yang menjadi penerjemah Carina menceritakan, perjuang para pengungsi Vietnam untuk  dapat bertahan hidup, kala itu banyak sekali pengungsi asal Vietnam tersebut yang merenggang nyawa, baik itu diperjalanan maupun saat berada di pulau Kuku.

"Kalau nenek itu suaminya meninggal disini 40 tahun lalu tepatnya pada bulan Juli tahun 1979," ungkapnya sambil menunjuk seorang nenek yang dipapah cucunya. Sedangkan salah seorang wisatawan lain  ayahnya meninggal  di Pulau Kuku saat berumur  12 tahun.

Sebagai saksi sejarah ungkap Carina, dirinya menyaksikan langsung pengalaman pahit tersebut, dimana pada saat pelarian banyak  sekali pengungsi yang meninggal baik itu didalam perjalanan ataupun saat berada di Pulau Kuku.

"Saat itu banyak sekali yang meninggal akibat sakit, dan ini masih membekas," ujarnya sambil merenung.

Belum lagi lanjut Carina, kala itu sulit sekali mendapatkan  perlindungan, karena tidak ada apa-apa di Pulau Kuku sehingga mendapatkan ranting pohon telah menjadi kebahagiaan. Namun saat ini semua telah berubah untuk sampai ke Pulau Kuku jauh lebih mudah.

"Adanya aktifitas penunjang ini dapat mempermudah untuk datang ke Pulau Kuku," tuturnya.

Sebenarnya kedatangan Carina dan keluarga diagendakan setiap tahunnya, namun akibat sesuatu dan lain hal, maka baru dapat dilaksanakan pada tahun 2018. "Kami terakhir datang ke Pulau KuKu lima tahun lalu yakni pada tahun 2013 dan datang kembli pada tahun ini," ujarnya.

Carina mengaku bahwa sempat tinggal di Pulau Kuku selama setahun lebih sebelum melajutkan ke Pulau Galang Batam dan kemudian ke Australia. "Mereka yang mengungsi ini rata-rata tidak lagi menjadi warga negara Vietnam ada yang menjadi warga negara Australia, USA dan lainnya," tutupnya.***(yud)