KM Bukit Raya Sandar Perdana

KM Bukit Raya Sandar Perdana

16 April 2018 Setelah 25 Tahun Berlayar ANAMBAS (HK) - Ribuan warga Pulau Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) menyaksikan sandar perdana Kapal Motor (KM) Bukit Raya di Pelabuhan Letung, Minggu (8/4) malam. Warga dari dua kecamatan yakni Kecamatan Jemaja dan Jemaja Timur berbondong-bondong untuk melihat secara langsung kapal yang diidam-idamkan tersebut dapat bersandar gagah di pelabuhannya setelah 25 tahun (seperempat abad-red) beroperasi kapal tersebut hanya lego jangkar di tengah laut. Sebenarnya Pelabuhan Letung bukan satu-satunya, KM Bukit Raya, pada Sabtu (7/4) juga sandar perdana di Pelabuhan Midai Kabupaten Natuna. Vice Presiden PT Pelni, Laode Muhiri menjamin kepada masyarakat, setelah sandar perdana kali ini maka seterusnya KM Bukit Raya akan selalu sandar di Pelabuhan Letung. "Masyarakat jangan was-was dan bimbang, setelah sandar perdana ini seterusnya KM Bukit Raya akan sandar di Pelabuhan ini. Jangan khawatir selama Natuna dan Anambas masih NKRI maka kapal Bukit Raya tetap akan melayaninya," demikian disampaikan Laode dalam sambutannya Minggu (8/4) malam. Menurut dia, Kapal Pelni memang dirancang untuk melayani kebutuhan masyarakat Indonesia yang kepulauan, sayangnya dengan pertumbuhan masyarakat saat ini armada Kapal Pelni yang hanya 26 unit belum memadai untuk melayani dengan maksimal, karena untuk melayani seluruhnya minimal Pelni mesti memiliki 60 unit kapal. Menanggapi permintaan Bupati KKA Abdul Haris, SH melalui Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Drs. Nurman, M.Si , Laode menegaskan, apabila Kapal Bukit Raya tetap akan melayani masyarakat Natuna dan Anambas pada Hari Raya Idul Fitri. "Insya Allah masyarakat jangan khawatir Idul Fitri ini kita tetap akan melayani," tegasnya. Laode juga berpesan kepada masyarakat untuk menjaga KM Bukit Raya ketika sandar di Pelabuhan Letung, karena kapal tersebut juga milik masyarakat pulaua Jemaja. Sementara itu Kapten Noviansya Sapriudin mengaku sangat terkejut dengan sambutan luar biasa masyarakat. "Ini sangat luar biasa saya bulum pernah merasakan disambut semeriah ini, sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat Jemaja," ujarnya. Noviansyah mengakui, apabila proses sandar kapal yang di Nahkodainya di Pelabuhan Letung berjalan mulus tidak seperti saat melaksanakan sandar perdana di Pelabuhan Midai. "Alhamdulillah sandar dipelabuhan Letung tidak ada sedikitpun persoalan, tidak seperti di Pelabuhan Midai yang mengalami sedikit kendala," terangnya. Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (Dishub & LH) mengapreasiasi sandar perdana KM. Bukit Raya di Pelabuhan Letung, karena sangat ditunggu dan idam-idamkan masyarakat. "Pukul 22.07 WIB Minggu (8/4) malam merupakan hari bersejarah bagi masyarakat karena sejak 25 tahun berlayar, hari ini Kapal Bukit Raya bersandar di Pelabuhan Jemaja," ujarnya. Pada kesempatan itu Nurman menyampaikan serta meminta kepada pihak Pelni agar pada hari raya Idul Fitri rute KM Bukit Raya tidak alihkan daerah lain. "Saya menyampaikan kepada pihak Pelni pesan Pak Bupati untuk meminta agar KM Bukit Raya dapat berlayar mengarungi laut Anambas pada Hari Raya Idul Fitri nanti," tukasnya. Ubai Dilla, Ketua LAM Kecamata Jemaja mengatakan, dapat dilihat bagaimana sula citanya masyarakat Jemaja dengan sandarnya KM Bukit Raya, apalagi setelah 25 tahun beroperasi ini kala pertama dilaksanakan. "Bagi kami KM Bukit Raya sudah tidak asing lagi, banyak suka dan duka dirasakan saat kapal masih lego jangkar ditengah laut," katanya. Dengan sandarnya Kapal Bukit Raya ini, tidak adalagi ibu-ibu yang hampir putus kakinya karena terhimpit kapal, tidak ada lagi balita yang nyemplung ke laut karena akan naik Kapal Bukit Raya. "Semoga ini menjadi momen maju dan berkembangnya Pulau Jemaja," imbuhnya.***(yud)