Informasi Publik

18 December 2017

Pariwisata berkembang menjadi industri pariwisata yang melibatkan kepentingan berbagai pihak bahkan antar daerah atau antar negara. Pariwisata berpengaruh luas secara ekonomi dan sosial budaya. Kepariwisataan juga berdimensi politik, pertahanan dan keamanan, melibatkan seluruh lapisan masyarakat sehingga memerlukan koordinasi berbagai sektor baik secara lokal, regional, dan ruang lingkup nasional. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, pengembangan dan pengelolaan kepariwisataan perlu dilakukan secara terpadu antara berbagai komponen yang menentukan dan menunjang keberhasilannya.

Pembangunan pariwisata mempunyai peranan penting karena disamping sebagai penggerak perekonomian juga diharapkan meningkatkan kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat, selain itu pariwisata juga merupakan salah satu bentuk pemenuhan kebutuhan masyarakat akan kepuasan terhadap hal-hal yang bersifat batiniah. Dalam rangka memanfaatkan peluang pariwisata yang secara prospektif dapat menguntungkan, maka diperlukan juga iklim usaha yang kondusif agar dapat menjamin berlangsungnya kegiatan pariwisata, serta membuka peluang investasi guna meningkatkan aktifitas pariwisata.

Salah satu upaya pengembangan industri pariwisata dapat dilakukan dengan cara pengembangan atraksi wisata di suatu kawasan sebagai daya tarik wisata. Pengembangan atraksi wisata ini tentunya direncanakan dan dilakukan sesuai dengan potensi dan kemampuan daerah untuk menyusun rencana dan mengelola secara optimal sesuai dengan sumber daya yang dimiliki. Alternatif pengembangan atraksi wisata dan dapat dijadikan pilihan para wisatawan sebagai Daerah Tujuan Wisata untuk dinikmati khususnya di wilayah perencanaan adalah atraksi wisata air yang terkait dengan pariwisata alam.


Selanjutnya melalui pengelolaan berbagai potensi secara optimal diharapkan akan dapat menarik dunia usaha untuk melakukan kegiatan penanaman modal di Kabupaten Kepulauan Anambas dapat dipastikan bahwa aktivitas ekonomi akan meningkat dan pada gilirannya akan mengangkat kesejahteraan masyarakat dampaknya akan berpengaruh sekali terhadap peningkatan pendapatan asli daerah.

Kabupaten Kepulauan Anambas yang kondisi geografisnya terdiri dari wilayah kepulauan serta perairan pantai membentuk bentangan-bentangan alam yang indah dengan patahan-patahan geologi yang menciptakan adanya air terjun hamparan pantai yang luas dan berpasir putih serta terumbu karang yang menawan, hal ini memungkinkan sekali dipacunya pertumbuhan dan pengembangan wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas berbasis pada pariwisata dengan ditunjang oleh sumber daya alam dan sektor-sektor ekonomi unggulan seperti periakanan dan kelautan serta industri pertambangan dan pariwisata itu sendiri.

Pengembangan pariwisata dapat ditempuh melalui pengadaan paket wisata, pengembangan jalur wisata, pengadaan sarana dan prasarana penunjang pariwisata seperti hotel, rumah makan dan hiburan umum serta peningkatan aksesbilitas dengan meningkatkan kondisi jalan dan penyediaan sarana transportasi menuju obyek wisata.

Perkembangan jumlah wisatawan yang datang ke Indoneasia pada tahun 2014 berjumlah 9.435.411 (data BPS tahun 2014), sedangka jumlah kunjungan wisata yang datang ke kabupaten kepulauan Anambas pada tahun 2014 berjumlah 161.280 orang.

Kondisi kunjungan wisatawan yang fluktuasi tersebut antara lain disebabkan pengaruh krisis ekonomi, serta adanya beberapa peristiwa terganggunya keamanan dibeberapa kota besar di Indonesia.

Eksploitasi secara maksimal dari berbagai potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas masih belum maksimal terutama wisata pantai, wisata alam pegunungan termasuk air terjun, wisata budaya sejarah maupun kerajinan rakyat ( mengalami kelesuan ).


Secara Umum Permasalahan yang sedang dihadapi pada masing-masing obyek wisata dalam pengembangannya memiliki kesamaan yakni sebagai berikut:

  1. Sarana dan prasarana transportasi untuk menjangkau obyek wisata masih mengalami kesulitan terutama kondisi jalan yang rusak.

  2. Kurangnya keterpaduan perencanaan antar obyek wisata.

  3. Kurangnya peran serta masyarakat dalam mengembangkan obyek

    pariwisata.

  4. Masih langkanya cinderamata khas di tiap-tiap obyek wisata.

  5. Obyek wisata di kawasan pantai selatan seperti di Durai, Pulau

    Penyalin, Berhala belum dikembangkan dan masih alami.

  6. Promosi tentang keunikan obyek sangat terbatas.

  7. Sarana dan prasarana penunjang atraksi wisata masih terbatas.

  8. Sarana dan prasarana penginapan terbatas.

  9. Belum adanya entri dan exit point di Kabupaten Kepulauan Anambas