Kerajinan

19 December 2016

Begini Cara Membuat Gasing ala Budak-Budak di Anambas

Dibantu peralatan tradisional yang terbuat dari kayu, tali nilon, serta per yang dibuat khusus, tangan serta kaki pelajar kelas II MTs Fatahillah, Tarempa, Anambas, Kepulauan Riau (Kepri) ini terlihat piawai membentuk bongkahan kayu tersebut menjadi bentuk bulat.

Dua orang rekannya yang berada di Batu Tambun Kecamatan Siantan itu juga tampak serius memotong serta menyerut kayu dengan menggunakan pahat untuk dibuat menjadi gasing.

"Buatnya selesai shalat Jum'at tadi. Sebentar lagi siap," ujar Dede, Jum'at (27/3/2015) sambil menyemprotkan cat semprot untuk finishing gasing kayunya itu.

Permainan tradisional ini memang menjadi permainan favorit warga Anambas. Tidak hanya di Pulau Siantan, permainan rakyat yang tak memandang usia ini diketahui juga digemari oleh masyarakat Anambas lainnya seperti di Kecamatan Palmatak serta Jemaja.

Untuk mendapatkan kayu sebagai bahan baku, Dede biasa mendapatkan dari pulau. Bahan baku ini, tidak terlalu sulit untuk ditemukan di Anambas. Keahlian membuat gasing kayu tradisional pun, didapatnya dari ayahnya. Soal resiko tangannya terluka akibat membentuk kayu menjadi gasing, menurutnya merupakan hal biasa.

Ia juga mengatakan, tidak ada keahlian khusus untuk membuat gasing ini. Meski untuk pribadi, tidak jarang Dede mendapat pesanan dari temannya untuk membuat gasing.

"Paling untuk membentuknya menjadi bulat yang memerlukan teknis khusus. Kalau gasing yang saya buat ini untuk pribadi. Kadang ada juga kawan yang meminta tolong untuk dibuatkan. Ada juga yang beli, tapi kalau membuat sendiri ada rasa puas tersendiri," ungkapnya.

Dede bersama rekannya biasa bermain gasing di Tarempa sejak sore hari. Ada beberapa kriteria yang menjadi penilaian dalam memainkan gasing tradisional ini. Selain adu tanding dengan memukul gasing lawan atau yang biasa disebut 'mangkak' oleh masyarakat sekitar, lama waktu gasing berputar juga menjadi nilai tambah saat pertandingan maupun perlombaan.

"Untuk mangkak ini biasanya beregu, terkadang bisa empat sampai delapan orang. Ada juga yang adu lama berputar. Kalau kami ini hanya untuk main-main saja. Jam tiga sore nanti kami turun ke Tarempa. Yang biasa untuk lomba orang-orang dewasa," ungkapnya.

Admin